Komunitas Ibu profesional

Rasanya belum lama saya diperkenalkan oleh Abah Rama Royani kepada seorang ibu yang sangat luar biasa yang bernama Septi, saya hanya diperkenalkan sebatas informasi bahwa beliau adalah ibu pencetus jarimatika dan ditambah bumbu sangat luar biasa. Tidak banyak lagi yang saya dapatkan, lalu kami diberi kesempatan tukaran pin BB sama Abah, hanya sebatas itu.

Tidak lama kemudian saya di bbm sama Mbak Septi minta saya berkenan menjadi dosen umum bagi komunitasnya yang diberi nama komunitas ibu profesional.

Pertama kali mendengar kalimat ibu-ibu profesional, pikiran saya terbayang kelompok ibu ibu yang bekerja dikantoran atau pengusaha-pengusaha yang sangat sibuk sampai tidak punya waktu, ternyata bukan mereka terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang sangat sadar akan peranan mereka dalam kehidupan keluarga inti mereka dan mereka mau berubah dengan aktif belajar memperbaiki diri setelah itu melakukan sesuatu buat lingkungan sekitar bahkan bagi negara.

Namun ketika tanggal 9 April 2012 saya diberikan kesempatan untuk berbagi dengan komunitas ibu  profesional disekolah milik Ibu Septi dan keluarga.

Sebelum saya lanjut bercerita tentang sharing saya dengan ibu-ibu profesional, saya akan bercerita tentang kekaguman saya pada keluarga Ibu Septi yang kadung membuat saya sangat terkesan.
Pertama jemput saya di airport saya sudah merasakan kehangatan dari pasangan suami istri yang begitu melegakan, suaminya yang bernama Dodiek Maryanto yang sangat ramah membuat keteganganku mencair, rasanya kami bukan baru kenal melainkan sudah lama sekali tetapi baru dipertemukan kembali, satu kalimat keramahan bukan hanya saya dapatkan dari suami istri ini, melainkan juga anak-anaknya yang sangat manis dikesan pertama kali saya bertemu.
Elan, begitu panggilan keren bungsunya membuat saya sangat terpesona dengan logat Jawanya begitu penuh dengan sopan santun dalam bertutur kata. Enes dan Ara dengan dua gadis cantiknya yang sangat tergambar kedewasaan berpikir dan bertindak. Rasanya bangga sekali saya punya kesempatan bermalam bersama keluarga ini.
Ada satu yang sangat saya rasakan dalam proses pendidikan keluarga bagi anak-anaknya, ternyata Homeschooling yang diterapkan sungguh membuah saya berubah pandangan dari yang selama ini saya lihat dari pelaku homeschooling umumnya.

Pokoknya, intinya adalah mereka itu keluarga yang sungguh sangat saya kagumi, dengan segala hormat dan sayangku sebagai saudara.

Keesokan harinya saya harus berbagi dengan komunitas ibu profesional yang akan berkumpul di sekolah mereka. Sungguh saya merasa tersanjung ternyata sudah ada beberapa penggemar saya yang pernah mengenal saya lewat majalah Nakita. Suasana yang terbangun sungguh membuat saya terpesona, terutama bagaimana luar biasanya semangat belajar dari ibu-ibu profesional tersebut walaupun itu adalah hari libur panjang, ada yang berasal dari luar Salatiga juga lho .

Setelah sharing selesai, satu kata yang saya simpan sampai saat ini adalah saya begitu yakin semangat ibu-ibu profesional dengan program kuliah yang begitu luar biasa ini sungguh akan membangun Indonesia yang luar biasa lewat peran nyata komunitas ini yang begitu semangat bukan hanya di Indonesia , melainkan sampai ke mancanegara termasuk Singapura dan Malaysia. Sungguh bangga dan saya berjanji untuk lebih banyak belajar dari komunitas ini terutama semangat belajarnya yang tiada henti. Dan mereka juga memberikan apresiasi bahwa apa yang sudah mereka dapatkan dari sharing saya adalah bekal yang akan menambah khazanah dalan usaha meningkatkan kualitas hidup mereka terutama dalam kualitas menjadi orang tua yang diidamkan oleh anak-anaknya.

Semoga komunikasi dan silahturahmi ini tetap berjalan sesuai dengan program 6 pilar buku

untuk keluarga yang sudah dipersiapkan.

About mamakreatif

Leave a Comment