Ketika kita belajar tentang pendidikan pola asuh anak melalui buku atau seminar parenting, mungkin kita berpikir itu hanya teori yang memberikan impian-impian sempurna tentang sebuah keluarga sejahtera. Tapi pernahkan kita melihat langsung sebuah realita tentang keluarga sejahtera, dimana komunikasi terjalin baik di dalam keluarga, satu jawaban luar biasa dapat anda temukan ketika anda berada di Taman Semanan Indah Blok ND No. 5 Jakarta Barat.

Benar, sebuah rumah asri yang menjadi surga bagi penghuninya. Fakta dapat anda temukan disana, bagaimana komunikasi keluarga terbangun dengan etika. Kata-kata santun terdengar indah, senyum ramah menyapa hangat setiap orang yang bertandang kesana. Apa yang anda rasakan saat itu? bahagia.

Melly Kiong, wanita yang lahir pada tahun 1969 dari sebuah keluarga sederhana di kota kecil yang bernama Singkawang, Kalimantan Barat, telah menjadi arsitek moral bagi keluarganya. Bungsu dari tujuh bersaudara ini pernah mengalami suatu kehidupan lika-liku di masa kecilnya dengan seorang ibu yang tidak siap menjadi seorang single parent. Semua itu memberi inspirasi untuk sebuah mimpi, yaitu menjadi seorang ibu yang baik, mandiri dan siap berperan bak seorang ayah.

Bukan hanya suasana keluarga harmonis anda dapatkan disana, anda tentu kagum melihat perilaku dan mendengar kata-kata cerdas dari Julian dan Matthew, buah hati ibu Melly Kiong. Dan masuk akal bagi anda bahwa pendidikan pola asuh anak sangat menentukan sikap dan perilaku anak. Pada diri Julian dan Matthew anda temukan kemandirian, kreativitas, disiplin dan tanggung jawab anak terhadap dirinya, orang tua dan masyarakat. Saat itu anda akan berpikir “seandainya anakku seperti mereka, jelas apa yang akan terjadi pada mereka 20 atau 30 tahun lagi” Dan anda bisa menjadi orang tua idaman seperti halnya ibu Melly Kiong, jika anda memutuskan untuk memulai sekarang melakukan pendidikan pola asuh anak yang efektif dan berdampak nyata.

Dalam perjuangannya, Ibu Melly Kiong menulis buku dengan judul: “Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak Dengan Baik?”, beliau banyak mengisi seminar dengan materi yang berkaitan pola asuh orang tua terhadap anak, mengisi talkshow di radio-radio swasta di Jakarta dan Bandung, dan mengisi materi di workshop tentang “peranan sekolah dan orang tua dalam mempersiapkan mental juang anak di era globalisasi” di sekolah-sekolah swasta di Jakarta, Bandung, Sukabumi dan Karawang. Tujuan beliau adalah memasyarakatkan pendidikan pola asuh anak yang sederhana dan mudah diaplikasikan untuk membangun mentalitas dan daya juang anak di masa depan. Kita tidak bisa menuntut generasi kita untuk berubah, namun kita bisa membantu generasi masa depan untuk mengubah impian kita saat ini menjadi kenyataan.

Kita ingin memiliki pemimpin yang jujur, amanah dan bertanggung jawab. Kita ingin memiliki generasi yang mempunyai mental juang baik. Kita ingin melihat negara Indonesia yang kita cintai menjadi mercusuar dunia yang memilki moral positif untuk menciptakan perdamaian dunia. Marilah kita bersama-sama melakukan gerakan moral dimulai dari sekarang, di dalam keluarga dengan melakukan pendidikan pola asuh anak yang tepat.

Melihat spirit dan tekad beliau yang seperti itu maka tak akan bisa dibayangkan oleh kita jika beliau berjalan sendiri melakukan gerakan moral peduli anak bangsa. Berapa waktu yang dibutuhkan oleh beliau untuk menerangi keluarga Indonesia tanpa kebersamaan kita? Inilah saat bagi kita untuk berjuang bersama beliau mensukseskan gerakan moral peduli anak bangsa. Anda adalah pahlawan dan panutan bagi keluarga anda. Pahlawan tidak mengenal kata menyerah untuk berubah. Panutan tidak kenal kata mengeluh untuk membuat hati orang luluh. Melly kiong pantas menjadi inspirator bagi kita untuk menjadi orang tua idaman keluarga. Dan anda adalah satu dari kami yang memberi insprirasi bagi keluarga Indonesia yang tidak tahu bagaimana melakukan pendidikan pola asuh anak secara tepat