Keprihatinan yang sama dari Ibu Sinta Nuriyah terhadap anak-anak bangsa

Sungguh aku bersyukur diperkenalkan oleh sahabatku Herman Kwan Saputra untuk mengenal  putri bungsu Gus Dur begitu muda namun begitu bersemangat dan luar biasa mencintai negri ini. Kedewasaan  dan  pola berpikirnya yang sangat luar biasa sangat tidak sesuai dengan umurnya,  benar-benar seperti copy paste  dari Almarhum Gus Dus. Bukan hanya itu ,Nay panggilan akrabnya, kelihatannya begitu dewasa dan punya kepedulian  yang begitu besar dalam membangun  masyarakat khususnya generasi muda yang positif  ditengah kondisi yang semakin tidak menentu.

Aku yakin kita semua berharap semakin banyak anak-anak muda yang berkwalitas dan akan  membangun  Indonesia yang lebih baik ke depannya. Tidak sampai disini, Nay juga memperkenalkan  aku dengan  Ibundanya tercinta Ibu Sinta,  yang memberikan kesempatan kepada kami untuk bersilahturahmi dalam suasana lebaran. Sambutan yang sangat tulus dari keluarga sungguh  memberi kami kenyamanan berdiskusi lebih banyak tentang peranan  seorang Ibu Sinta yang sangat luar biasa dalam membangun dan memperjuangkan  perempuan serta anak -anak Indonesia.Tidak ada kata berhenti demi perbaikan negri , begitu semangat hidupnya.

Sungguh aku, Riri Artakusumah dan Ady Jovial  rekanku yang ikut menemani terhentak seakan  terselip  energi yang begitu luar biasa. Kami mendengar bagaimana gigihnya beliau menggapai ke daerah-daerah membantu perempuan -perempuan korban kekerasan yang bekerjasama dengan  pesantren, bagaimana  beliau terus memberikan  pengetahuan  dan  jalan keluar agar perempuan  yang tersisihkan bisa menjadi lebih maju dengan memberikan  kesempatan belajar lifeskill antara lain membatik,menjahit dll.

Sungguh  beruntung kami berguru dengan  seorang Ibu yang punya kerendahan  hati serta kepedulian  yang begitu tinggi. Dalam kesempatan  itu juga beliau  memberikan  doa restu kepada Centre Of Motherhood, Rumah  Moral  serta CFE untuk  terus menerus  melakukan  kebajikan  demi perubahan  yang baik untuk bangsa. Dan besar harapan kami juga bisa diberikan kesempatan  untuk bergandengan  tangan  dengan  komunitas keluarga  besar  yang ada dalam naungan  Yayasan  beliau.  Namun  dipenghujung kunjungan  kami, ternyata sama beliau juga menemukan persoalan  kurangnya daya juang anak bangsa yang sekarang, sepertinya gampang menyerah, tidak ada ambisi untuk lebih maju walaupun kesempatan terbuka  lebar bagi yang mau maju.

Entah apa yang menyebabkan  anak – anak seperti itu, yang jelas beliau setuju dengan  program  home education  yang saya tuliskan  di buku – buku saya atau seminar- seminar yang terus menerus dilakukan. Kami lega,  semakin banyak orang yang peduli dan memberikan  restu bagi pergerakan  kami,  semoga langkah kecil kami tidak  akan sia-sia.

 

Salam

Melly kiong

ibu Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid

 

 

 

About melly

Leave a Comment